Batik Tulis Sampang, Madura

Warisan budaya Sampang yang mirip dengan Surakarta adalah seni batik. Tata warna yang condong kecoklat-coklatan warna sogan, biru tua dan hitam, dapat dikataka hampir mirip batik Solo. Corak batik khas pedalaman. Di madura dikenal 2 daerah pembatikan, pertama daerah pesisiran yaitu Tanjung Bumi Bangkalan dan kedua daerah pedalaman Sampang yaitu Pemekasan dan Sumenep.

 Sebelum krisis ekonomi 1998 sentra batik di Sampang berada di Desa Kotah Kecamatan Jengkrik. Daerah berbukit kapur ini dulu ada sekitar 25 pengrajin yang menggantungkan hidupnya kepada batik. Saat ini tinggal beberapa pembatik yang tetap bertahan, salah satunya Doviri. Karena kecintaannya untuk melestarikan warisan budaya dan meneruskan usaha yang telah dirintis nenek moyangnya, ia berusaha agar
tidak gulung tikar. Usaha yang dijalankan sejak 1985 ini memang pernah berhenti pada saat kris, namun pada tahun 2002 mulai bangkit lagi, karena melihat banyak perempuan di desanya yang tidak bisa menggantungkan hidupnya dengan buruh tani saja. Selain tetap memproduksi batik klasik Sampang denga pewarna alami. Doviri juga menciptakan motif - motif kotemporer sekitar flora dan fauna dengan warna - warna ceraha selayaknya batik khas Madura. Keunikan batik Sampang adalah tingkat kehalusannya.
          Selain di Desa Kotah, banyak perajin yang berada di sekitar Kota Sampang, meskipun sifatnya rumahan. Pada umumnya mereka dahulu membuat barik sarung dan kain panjang. Baru setelah batik tulis digemari sekarang, banyak diantaranya membuka usaha. 

Komentar